Terpejam erat mata ini
Hirup aroma alam membiru
Resapi wangi natural penghasilan nelayan
Kakiku berpangku di bibir pantai
Sayup terdengar kepakan merdu
Suaranya teruak suram
Lambat laun, mendekat terasa
Dan kini mulai lenyap
Tiada kudengar
Hati menghujam sejuta pertanyaan
Kemanakah perginya ?
Perlahan mata ini menguap
Mencari arah kepakan merdu
Yang menghilang bersama sepoian angin
Sedari tadi menghembus
Meniti liukan gelombang putih
Jelas terlihat lambaian indah
Layar hijau mengandaskan diri
Yang tak lama kan segera turun tahta
Tersirat semburat suka cita
Wajah penjelajah permadani biru
Menenteng sekian banyak hasil tangkapan
Berselendang kain lusuh penuh peluh
Kelegaan terlintas di rautnya
Bersama siul riang turun dari perahu
Teralingkan wajahku
Atas datangnya percikan lembut
Sepintas terayun jatuh
Dan kini mengambang di atas laut
Terlihat seperti kapas bersih
Terombang ambingkan mewahnya segara
Bangau laut telah meruguk mangsanya
Kembali melambung ke angkasa
Menuju bingkai tujuh warna
Yang terpampang membelah langit jingga
Serabut serabut putih
Terhampar menyebar
Penuhi luasnya segara biru
Bergulat berdampingan bersama leburan ombak
Tirai tirai angkasa
Ikut tersenyum manja
Memandang tenteram
Senandung alamBersama panggilan cinta alam bahari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar