Senin, 30 Januari 2012

Senandung Hati Bersama Panggilan Cinta Alam Bahari

Terpejam erat mata ini
Hirup aroma alam membiru
Resapi wangi natural penghasilan nelayan
Kakiku berpangku di bibir pantai

Sayup terdengar kepakan merdu
Suaranya teruak suram
Lambat laun, mendekat terasa
Dan kini mulai lenyap
Tiada kudengar
Hati menghujam sejuta pertanyaan
Kemanakah perginya ?

Perlahan mata ini menguap
Mencari arah kepakan merdu
Yang menghilang bersama sepoian angin
Sedari tadi menghembus
Meniti liukan gelombang putih

Jelas terlihat lambaian indah
Layar hijau mengandaskan diri
Yang tak lama kan segera turun tahta

Tersirat semburat suka cita
Wajah penjelajah permadani biru
Menenteng sekian banyak hasil tangkapan
Berselendang kain lusuh penuh peluh
Kelegaan terlintas di rautnya
Bersama siul riang turun dari perahu

Teralingkan wajahku
Atas datangnya percikan lembut
Sepintas terayun jatuh
Dan kini mengambang di atas laut
Terlihat seperti kapas bersih
Terombang ambingkan mewahnya segara
Bangau laut telah meruguk mangsanya
Kembali melambung ke angkasa
Menuju bingkai tujuh warna
Yang terpampang membelah langit jingga

Serabut serabut putih
Terhampar menyebar
Penuhi luasnya segara biru
Bergulat berdampingan bersama leburan ombak

Tirai tirai angkasa
Ikut tersenyum manja
Memandang tenteram
Senandung alam
Bersama panggilan cinta alam bahari